Dari Niat Mulia Kini Jadi Pebisnis Muda




Tidak banyak anak muda yang mau merintis bisnis di usia seumur jagung. Namun Mutia ini berbeda, ia bisa menjadi salah satu inspirasi anak muda yang ingin merintis bisnis sejak dini.

Dalam kalangan anak muda, saat ini tren kuliner seakan tidak ada matinya. Mulai dari makanan tradisional hingga modern kini kian ramai kita dijumpai. Para pebisnis kuliner pun tidak sedikit yang berusaha mengkreasikan makanannya agar selalu menjadi yang terdepan.

Kendati telah mencoba bisnis di berbagai bidang, Mutia dapat dikatakan sangat berpengalaman, karena di usianya yang masih terbilang muda, ia sudah banyak merasakan asam garam dunia bisnis. “Bisnis bukan sekadar mengikuti tren, tetapi harus mengenali diri sendiri dahulu. Apabila bisnis bukan passion kalian, hal ini hanya akan sia-sia,” ujar Mutia sambil tersenyum.

Niat Mulia Membantu Orang Tua

Berawal dari kabar buruk ayah yang akan habis masa kontrak kerjanya, Mutia mulai memutar otak memikirkan bagaimana cara untuk memenuhi semua kebutuhan hidup perkuliahannya. Ia berniat membiayai kebutuhan seperti biaya sewa kost, uang makan, dan kebutuhan primer lainnya sendiri tanpa harus menjadi beban bagi orang tuanya.

Wanita kelahiran 1997 ini pada akhirnya memutuskan untuk memilih berbisnis kuliner. Selain aman bagi sosok wanita, bisnis kuliner juga dinilai memiliki potensi besar  untuk keberhasilannya. Walaupun ia tidak terlalu handal dalam urusan masak, tetapi ia selalu tertarik untuk mencicip rasa baru dari tiap makanan, hal ini juga yang memutuskan Mutia untuk berbisnis di bidang kuliner.

Perjalanan Bisnis Lu-goda (Lumpia Menggoda)

Awal mula Lu-goda (Lumpia Menggoda) ini berdiri pada bulan Februari 2017. Ia menyusun konsep, strategi, segmentasi produk, kerjasama pembuatan logo dan mencari pemodal. Untuk mengembangkan bisnisnya, Mutia dan tim Lugoda mengikuti Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) di Politeknik Negeri Jakarta, setelah mempresentasikan bisnisnya kepada pihak Rektorat Gedung Q PNJ, akhirnya Mutia dan tim lolos dan mendapatkan peringkat pertama.

Pada bulan Februari 2018, Lugoda ini launching outlet pertamanya dengan pendanaan dari pihak kampus untuk memulai usaha Lu-goda ini.

Mutia terus melakukan inovasi dan pengembangan terhadap cita rasa lumpia tradisional khas Semarang ini. Ia memadukan bahan-bahan yang dapat diterima di lidah anak muda. 

Seperti mengganti komposisi rebung dengan bengkuang, kemudian dipadukan dengan ayam, ikan, udang, dan telur. Sehingga lumpia yang terkesan tradisional ini, kini bertransformasi menjadi cita rasa yang lebih up to date. Saat dicicipi oleh lidah, rasa dari lumpia ini akan memanjakannya dengan perpaduan rasa menggoda yang nikmat, dan tentunya cocok di lidah anak muda masa kini.

Dalam proses produksi, Lu-goda ini diproduksi sendiri oleh Mutia dan tim. Kini ia dibantu oleh satu orang karyawan di bidang produksi, dan satu temannya di bagian keuangan. Sejauh ini tantangan terberat dalam berbisnis Lu-goda ialah dalam mencari karyawan produksi, karena menurut Mutia mencari karyawan dalam bisnis yang terbilang masih baru dengan gaji yang belum cukup besar itu tidak mudah. 

Terlebih lagi apabila mempekerjakan ibu rumah tangga, seperti yang djalaninya ini, kadang Mutia harus lebih peka terhadap situasi dan kondisi karyawannya sebagai ibu-ibu. Kondisi ini yang kadang merepotkannya apabila mendapat pesanan yang banyak. Hingga tak jarang Mutia sendiri pun juga harus sering-sering turun tangan langsung dalam memantau proses produksi lumpianya. 

Namun menurut Mutia, tantangan inilah yang memotivasinya agar menjadi seorang pebisnis yang lebih baik lagi. Bekerja lebih keras, dan tidak mudah menyerah dalam keadaan apapun.

Dalam membagi waktu kuliah dan bisnis menurut Mutia kuncinya adalah fokus, konsisten dan persisten. Ia selalu memaksimalkan waktu belajarnya selama di kampus, sehingga saat ia di kosan, ia bisa lebih fokus untuk memikirkan perkembangan bisnisnya

Sejauh ini ia masih dapat menghandle antara kuliah dan bisnisnya, pengalaman yang Mutia rasakan selama ini ia jadikan sebagai pelajaran sangat berharga dalam berbisnis menurutnya.

Kiat Merintis Bisnis Baru

Menurut Mutia, hal yang terpenting untuk yang ingin memulai bisnis baru itu harus ada niat, kemudian harus memiliki mental tahan banting, apalagi soal kegagalan, jangan cepat menyerah, gagal bangkit lagi, gagal bangkit lagi, sampai kita mencapai goals kita. 

Selain itu harus pintar-pintarnya mencari relasi untuk memberi modal bisnis, dan menyiapkn strategi bisnis sedemikian rupa. Kreatif dan inovatif juga perlu halnya karena tanpa hal ini kita akan kalah saing dengan pebisnis lain. 

Tidak lupa, harus cerdas dalam mencari dan menangkap peluang. Hal yang terpenting adalah konsisten dan persisten, jadi jangan gampang tergiur dengan hasil yang sudah dicapai,” ujar Mutia sambil tersenyum saat membagikan kiat-kiat utamanya menjadi seorang pebisnis di usia muda.

Ia sangat bersyukur karena bisnisnya ini dapat didanai oleh pihak kampus, sehingga ia dapat mengembangkan bisnisnya. Karena berkat niatnya yang mulia, kini ia mampu menjadi seorang young entrepreneur (pebisnis muda).



Komentar