Benar Nggak Sih, Makan Banyak Cabai Buat Usus Buntu?
Saat mendengar
cabai, mungkin yang muncul dalam pikiran Anda adalah rasa pedas di lidah.
Namun, seringkali rasa pedas cabai ini dianggap dapat meningkatkan cita rasa
suatu makanan agar semakin lezat untuk dinikmati para pecinta pedas.
Bagi para pencinta
kuliner pedas mungkin beberapa nama ini sudah tidak asing lagi di telinga
mereka. Misalnya, Mi Setan, Ayam Sambal Setan, Rawon Setan, dan lain
sebagainya.
Tren kuliner dengan
nama ‘setan’ pun kian menjamur di tanah air. Arti konotasi dari kata ‘setan’
ini sendiri adalah rasa yang sangat pedas. Walau seringkali tak tertahankan di
lidah, rasa pedas ini selalu memiliki tempat di hati para pecinta kuliner.
Bahkan semakin banyak cabainya, semakin eye-cathcing
kulinernya.
Kandungan Manfaat Dalam Cabai
Selain memiliki
rasa pedas di lidah, ternyata cabai memiliki banyak manfaat. Banyak sekali yang
dapat diperoleh dalam cabai, terutama kandungan vitamin C. Bahkan perlu
diketahui, kabar cabai yang sarat vitamin C ini juga diungkap Michael Wald,
direktur layanan nutrisi di Integrated Medicinine of Mount Kisco, New York.
Wald yang merupakan pakar nutrisi bersertifikasi menuturkan bahwa selain
mengandung vitamin C, cabai juga mengandung flavonoid dan bioflavonoid yang
mendukung vitamin C bekerja lebih baik dalam tubuh.
Vitamin C sendiri
memberi banyak manfaat banyak bagi kesehatan tubuh. Apabila Anda mengonsumsi vitamin
C dengan cukup, maka vitamin C ini dapat meningkatkan imunitas atau daya
kekebalan tubuh. Sehingga hal ini akan membuat Anda tidak akan mudah terserang
penyakit.
Cabai juga
mengandung zat aktif capcaisin. Kandungan
di dalam zat ini juga dapat meningkatkan metabolisme tubuh seseorang atau
pembakaran kalori lebih banyak dari sebelumnya. Sehingga hal ini dapat membantu
kalian yang sedang berencana untuk diet.
Namun, dibalik kaya
akan manfaat. Si pedas nan menggoda ini selalu dikaitkan dengan usus buntu
ataupun masalah pencernaan lainnya. Cabai sering diklaim masyarakat sebagai
penyebab usus buntu. Apakah asumsi ini benar atau mitos belaka?
Benarkah
Cabai Penyebab Usus Buntu?
Sebagian banyak
masyarakat mempercayai bahwa cabai ini dapat menyebabkan usus buntu. Menurut
survei yang telah dilakukan dari 7 dari 10 orang masih mempercayai bahwa
penyebab usus buntu adalah cabai. “Iya gara-gara cabai. Soalnya biji cabainya susah
dicerna,” ujar Niken. Namun, masih ada dari sebagian banyak orang itu yang
tidak mempercayai bahwa cabai penyebab usus buntu. “Gak deh. Usus buntu juga
bisa dari pola makannya yang gak benar juga,” tutur Ayu, salah satu mahasiswa perguruan tinggi negeri di Depok.
Jadi bagaimana menurut kalian,
apakah biji cabai penyebab usus buntu?
Usus buntu
merupakan sebutan untuk umbai cacing yang berada di usus besar. Namun, masyarakat
seringkali mengira bahwa usus buntu merupakan penyakit. Padahal, penyakit yang
menyerang usus buntu disebut appendicitis.
Banyak yang mengaitkan mitos penyebab appendicitis
menjadi sebuah fakta. Salah satunya adalah mengaitkan biji cabai sebagai
penyebab penyakit tersebut.
Biji cabai tak
jarang selalu dikaitkan dengan usus buntu (appendicitis).
Namun, pendapat konsultan gizi Jasen Ongko, M.Sc, R.D. mengatakan bahwa biji
cabai tidak menyebabkan appendicitis.
Penyakit ini sendiri terjadi karena peradangan atau inflamasi yang terjadi pada organ usus. Penyebabnya adalah infeksi
bakteri atau daya tahan tubuh yang sedang lemah. Menurut Jansen, klaim
masyarakat selama ini terhadap biji cabai yang menjadi penyebab usus buntu (appendicitis) adalah salah, karena tidak
terbukti dan dapat dikatakan hanya mitos belaka.
“Perlu digaris
bawahi bahwa biji cabai tidak menyebabkan usus buntu,” tutur Jansen saat
mengisi acara kesehatan di salah satu stasiun tv swasta.
Untuk menghindari segala
kemungkinan buruk yang ada adakah batasan mengonsumsi cabai dalam satu hari? Sebenarnya
tidak ada batasan untuk mengonsumsi seberapa banyak cabai yang akan kita makan
dalam satu hari. Ada yang banyak mengonsumsi cabai namun tidak diare, namun ada
juga sebagian orang yang mengonsumsi cabai sedikit mudah terkena diare. Jadi, batasan
mengonsumsi cabai dalam sehari kembali pada sistem perncernaan masing-masing
individu.
Cara
Mudah Mencegah Appendicitis
Beberapa cara ini dapat Anda
lakukan untuk mencegah usus buntu (appendicitis) antara lain sebagai berikut, perbanyak
mengonsumsi makanan berserat. Radang usus buntu disebabkan juga karena
penumpukan feses. Sehingga apabila mengonsumsi banyak serat, dapat melancarkan
pencernaan.
Lalu, perkaya mengonsumsi
vitamin A dan vitamin D. Hal ini karena vitamin A membantu sel darah putih
melawan infeksi, sementara vitamin D melawan bakteri dan infeksi dalam
tingkatan yang lebih tinggi.
Kemudian, jangan tunda buang
air besar (BAB). Terdengar sepele, tetapi hal ini dapat mengakitbatkan
sembelit. Kondisi ini dapat menggangu pencernaan dan berpotensi pada peradangan
usus buntu. Selanjutnya juga batasi asupan alkohol dan kafein. Serta perbanyak
mengonsumsi air putih. Itulah beberapa cara mudah mencegah Anda terkena usus
bunrtu (appendicitis).
Mari mengatur pola hidup sehat
sehingga penyakit tidak mudah menyerang tubuh kita. Jadi, tanggapan sebagian
masyarakat selama ini mengenai cabai penyebab usus buntu itu tidak terbukti
kebenarannya, bahkan itu hanyalah mitos belaka. Semua kembali kepada
masing-masing individu.
Komentar
Posting Komentar